Puisi Kenangan Cinta Pertama


Sebuah Kata Kata tentang Cinta Pertama pun bisa tertulis saat mengingat dan mengenang cerita cinta pertama. Seperti satu Puisi Kenangan Cinta Pertama berikut yang ditulis sahabat
Ku mulai dengan senyuman :)
Ya Allah.. maafkanlah aku yg lemah ini.
Hamba begitu lemah ya Allah..
Iman hamba masih begitu lemah..
Tetapi hamba yakin ada hikmah yg ingin Engkau berikan pada hamba…


Aku tak pernah lelah berusaha untuk melupakan’nya.
Sekuat hati, sekuat niatku, sebanyak doaku..
Bantu aku ya Rabb..
Merelakannya.. dan mengikhlaskannya..


Entah mengapa prasaan ini begitu sulit untuk aku kendalikan.
Perasaan yang sudah 9 tahun bersemayam di hatiku.
Tersimpan rapi di hatiku..
Sungguh aku menikamatinya, meski terkadang aku menangis.
Terkadang hasrat ingin memiliki begitu berkecamuk di dalam dada.
Tetapi aku begitu takut untuk mengungkapakan perasaan ini..


Bertahun-tahun aku mencarimu.
Selepas lulus SMP aku terus mencarimu.
Hingga aku tahu kau akan pergi ke Mesir untuk kuliah disana..
Aku menangis, menangis bangga dan juga sedih.
Apa kau tahu??
Kau hampir membuat hubunganku dengan kekasihku berantakan pada waktu itu..


Kini aku telah menemui mu, meski keadaan’nya begitu berbeda.
Sungguh aku sudah begitu bahagia hanya dengan kamu memanggil namaku.
Tertawa bersamaku..
Meski aku harus menghadapi kenyataan.
Bahwa kau telah bahagia bersama wanita itu..
Air mataku pun menetes ketika tahu jika wanita itu adalah cinta pertamamu.
Kau begitu mencintainya dan begitu setia padanya meski kau jauh di negeri orang..


Apa kau tahu??
Siapa cinta pertamaku??
Itu kamu..
Yaaa kamu cinta pertamaku..
Aku mencintaimu jauuhh sebelum kamu seperti saat ini, yang begitu membanggakan..
Aku mencintaimu jaauuhh sebelum banyak wanita yang tergila-gila padamu..


Ya Rabb..
Umat-Mu yang satu itu begitu istimewa bagiku.
Meski dia tak bergelimangan harta.
Meski dia tak sekeren pria-pria yang pernah aku jumpai.
Tetapi aku jatuh cinta padanya..
Meski bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya.
Tetapi bayangan wajahnya masih teringat jelas di memoriku.
Wajahnya yang mempesona..


Aku mencintaimu bukan karena prestasimu..
Aku mencintaimu karena tunduk dan patuh mu terhadap Tuhanmu.
Aku mencintaimu karena budi pekertimu.
Aku mencintaimu karena kelembutan hatimu.
Aku mencintaimu karena sayangmu terhadap umi dan abah mu.
Aku mencintaimu karena pengetahuanmu.
Sungguh kamu adalah panutanku, inspirasiku..
Aku begitu bangga karena mencintaimu.
Meski kamu tak pernah tahu apapun tetang perasaanku..


Aku hanya berharap..
Kamu selalu ada di dekat ku, meski hanya sebagai teman.
Memberiku semangat ketika aku sedang putus asa.
Menghiburku ketika aku menangis.
Mengingatku ketika kau mulai menjauh dari tuhan.
Memberikan jawaban dari semua pertanyaanku..
Meski hanya sebagai teman.
Tapi mungkin ini yang ditakdirkan padaku..
Meski aku tak diberi kesempatan untuk disisimu sebagai kekasihmu.
Tapi aku bahagia..
Bahagia karena cinta ini, bahagia karena mencintaimu..
Kenangan indah ku adalah ketika aku mengingat Allah..
Aku juga mengingat kamu..


Yaaa hidup harus terus berjalan..
Mudah-mudahan ini adalah tulisanku yang terakhir, yang membicarakan tentangmu..
Aku ingin mengikhlaskanmu.
Ajari aku utuk mengikhlaskanmu..
Aku yakin Allah akan memberikan yang lebih baik…
Aku bahagia melihatmu sudah menemukan cintanya..
Semoga kamu bahagia selalu..


Aku pun akan membuka cerita baru yang lebih indah..
Terimakasih atas nasihat-nasihatmu..
Kau juga yang mengubah cara berfikirku..
Seandainya aku bisa dapat beasiswa di Al- Azhar Cairo sepertimu..
Aku pasti bahagia sekali
Tapi aku tak sepandai dirimu.
Tak seulet dirimu.
Karenamu lah aku ingin menjadi orang yang bisa menghafal Al-Quran.


Kamu selalu memberikan apapun yang aku mau.
Tapi kamu tidak pernah mau membaca Al-quran,
atau menunjukkan kefasihanmu dalam berbahsa arab di hadapanku..
Aku ingin sekali mendengarmu membaca Al-Quran..
Mendengarkan betapa merdunya suaraMu mengumandangkan kalam Allah..
Mudah-mudan aku bisa di beri kesempatan untuk bertemu kamu,
Dalam situasi yang baik dan mendengarkan suaramu..


Kini aku belajar menghilangkan perasaan ini..
Mencintai orang lain…
Teruslah tersenyum…


Ya Allah..
Sungguh aku ingin semuanya bahagia, terutama dia..
Semoga dia bahagia selalu…
Meski dia tak tahu akan perasaan ini, tapi Engkau tahu ya Allah..
Terimakasih atas cinta-Mu ya Allah
Tanpa se-ijin-Mu aku tak akan pernah bisa mencintainya..
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki segalanya, termasuk perasaan kasih dan cinta..
Engkau bisa dengan mudahnya membuang perasaan cinta ini untuknya,
Tetapi Engkau belum membuangnya dari hati hamba..
Semoga aku bisa ikhlas..
Amin ya Rabb..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi Kenangan Cinta Pertama"

Post a Comment